paint by MG.Curly Melepaskan Yang Harus Diikhlaskan Pergimu adalah awal luka yang merobek kebahagiaan hari-hariku Entah alasan apapun itu, keputusan berpisah ini melukaiku Aku sakit, sesakit-sakitnya oleh kehilangan duniamu, perhatianmu, kebahagiaanmu dan keberadaanmu Aku penipu pada dunia dan pada diriku sendiri, Setiap kali ucapanku berkata “Aku Sudah Berubah, Aku Sudah Lupa, Aku Sudah Tidak Perduli, bahkan ketika aku menghembuskan kalimat Aku Sudah Berpindah Hati” Itu Pseudo, Palsu. Tak bisa begitu cepat menghapus jejak basah seseorang di hati ini Benda-benda yang hampir sama dengan koleksimu akan menarik paksa ingatanku Termasuk sekedar kemejamu yang bercorak sama dengan yang dipakai seseorang itu, yang berpapasan sesaat denganku di tengah jalan, aku pikir sejenak itu kau Terlalu banyak yang kurindukan, bahkan tinta ini tak cukup menuliskannya Sekecil sunggingan senyummu saja, sudah cukup kunikmati walau hanya dari kejauhan, jika sua...
paint by MG Curly Hubungan Di Tanda Baca Tanda Tanya ? Kita menyusuri dunia masing-masing dengan penuh pertanyaan Kamu apa kabar? Kamu dimana? Kamu sedang apa? Kamu sudah makan? Kamu dengan siapa? Apakah kamu lelah? Ada yang bisa kubantu? Dan akan selalu ada pertanyaan yang tak terucapkan bibir, hanya tersembul di hati Apakah kamu benar mencintaiku? Apakah aku berharga untukmu?Apakah kamu bersedia bahagia denganku? Bisakah kita bertahan pada hubungan ini? Kadang ada pertanyaan mudah, juga akan ada pertanyaan sulit Apakah hanya ada aku? Siapa lebih utama, aku atau keluargamu? Tanda Seru! Selalu ada ego dalam sebuah perjalanan dua insan Aku ingin seperti kendaliku, tidak! Aku ingin aku yang mengemudi! Kita kerap jatuh dalam hubungan penuh perintah, tuntutan dan kehendak Bukan melulu tentang kita, beberapa diantaranya tentang ‘aku’ Biasa untuk memberi perintah, tapi tidak semua perintah mampu dilaksanakan Kadang aku muak dengan aturanmu, dan kadang ka...
Payung Rusak Dulu, kita punya payung Yang menjaga kita dari panasnya amarah pertengakaran Yang melindungi kita dari rintik airmata kesepian Bahkan disaat kita kedinginan dari diamnya pergulatan pendapat, payung itu tetap terasa teduh Payung itu kita beri nama cinta Kokoh, tak terkalahkan. Siap bertahan dalam segala gejolak ego yang memanas, seiring berjalannya sebuah cerita dua insan yang berusaha menyatu Kita terbuai dalam lindungannya yang kokoh. Kita terlalu aman dalam lengkungannya yang tertutup Sampai akhirnya kita lupa dengan kata ‘aku dan duniaku’ Paling utama hanya kita dan harus menjadi kita ‘Kita’ bergeser menjadi kengerian yang memporak-porandakan benteng yang kelihatan baik-baik saja Aku mau semuanya dan ternyata kamu lebih serakah Ucapan oranglain bukan untuk dipertimbangkan, hanya hembusan angin yang lewat sejenak meraba telinga Kita sibuk dengan romantisme yang penuh drama Dunia yang kita ciptakan berpanen kebahagia...
Comments
Post a Comment