Helm Dan Kita

Helm dan Kita

Hai...

Kamu ingat benda berharga yang sedang kukenang ini?

Ini hadiah darimu dulu atas gemasmu pada parasku yang memikat hati

Kita punya kesamaan,

Sama-sama berjiwa petualang

Aku suka menikmati desiran angin sambil menatap jalan-jalan hijau berhiaskan langit cerah

Dan kau suka menikmati putaran roda motormu menuju destinasi, sambil ada aku di boncenganmu

 

Sebelum sebuah perjalanan diberangkatkan, kau tidak pernah lupa akan satu hal

Helm pemberianmu

Aku tersenyum kala ingatanku tajam mengulang adegan itu

Tak sekalipun tanganku lelah memakaikannya di kepalaku

Kau gantikan tugas itu

Tanganmu dengan sigap membungkus kepalaku, dan akan selalu terdengar bunyi ‘klik’ tiap kali kau rekatkan pengaitnya

 

Sebelum mulai berkendara kau pastikan lagi posisi itu nyaman melindungi kepalaku

Sesi terakhir yang paling kusenangi,

Pertama tanganmu mengelus kepalaku yang terbalut helmmu, lalu yang kedua adalah....

Senyuman merekah tergambar di bibirmu,

 

Senyuman itu seakan berkata ‘aman semuanya dan baik-baik saja, kita siap menjelajah sesuatu yang baru’

 

Adegan yang sama terulang selalu dan selalu

Ketika perjalanan berhenti untuk sekedar singgah beristirahat atau setelah tiba di tujuan

Tenagaku tak pernah terpakai untuk melepasakan helm dari kepalaku

Dengan senang hati kau gantikan tugas tanganku

Jalanan ramai atau sunyi , gerimis atau terik aku selalu merasa terlalu nyaman

Ada helm di kepalaku dan ada kamu dipelukanku

 

Helm pemberianmu sekarang kusimpan diatas lemari kamarku, kusam, berdebu, dan kesepian

Tidak akan ada lagi perjalanan yang dilaluinya

Berakhirnya kita jadi akhir petualangannya juga

Helm yang terabaikan untuk kita yang menjadi kesendirian sepi di jalanan panjang

  

Comments

  1. Jadi brmmpi suatu saat puisimu bisa terdengar dgn suaramu yg lembut dan gambarmu yg mbantumu menceritakannya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh....
      Ini tantangan baru. Sejauh ini belum percaya diri untuk membuat musikalisasi puisinya, tapi niat sudah ada....
      Terima kasih banyak masukannya Iis...

      Delete
  2. dan setelah 4 tahun, aku masih kembali membaca ini dengan air mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii, aku baru lihat koment ini . Semangat, semoga tahun ini kamu dirayakan

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Melepaskan Yang Harus Diikhlaskan

Hubungan Di Tanda Baca

Payung Rusak