Hidup




Hidup

Kehidupan yang rumit ini mengajarkan kita banyak hal untuk bertahan dan terkadang tersandung untuk menyerah. Tidak semua hal terjadi seperti yang kita mau, terkadang mengukir kekecewaan, menodai kebahagiaan dan merenggut senyuman. Tapi akan selalu ada yang berbanding terbalik, justru menghadirkan ketenangan, meninggalkan jejak kedamaian dan mendorong untuk maju. Ketika kepahitan datang melanda, kegelapan merasuki sampai ke urat nadi dan membunuh setiap bulir-bulir harapan. Semua hampa, kosong, tidak berguna, terasa munafik, egois, tidak ada tempat untuk kembali dan berlindung. Semuanya seakan sampah, busuk, menjijikkan dan memilukan.

Ahh… Saat-saat seperti ini mematikan semua impian hebat dan meninggalkan kehidupan yang mengambang. Lelah, sudah pasti, jenuh dan menyerah menunggu di hadapan kalbu.

Kita berharap kehidupan selesai, mati, beku. Kopong, yang tersisa hanya kekosongan. Kata-kata manis hanya ampas yang menggumpal, mengeras dan tidak bergerak. Berfikir untuk mengakhiri semua hubungan dengan dunia, diam saja atau mati saja. Rapuh, sangat rapuh dan berantakan. Kata ‘berjuang’ adalah kepunahan yang diambang pintu.

Bukan kehilangan yang menyakiti kita, bukan pula penghianatan, juga bukan kegagalan, tapi ketidakmampuan menerima kebenaran dan kenyataan. Yang mati biarkan menguburkan yang sudah mati, yang hidup harus tetap hidup. Yang berkhianat biarkan pergi, hukuman ada di depan matanya. Yang gagal, tidak sepenuhnya gagal, hanya penundaan kesuksesan.

Kita bangun lagi, meneliti, belajar, menarik nafas dan tersadar. Semua tidak sama lagi, harus berjalan bahkan berlari untuk beberapa hal. Bersyukur masih hidup, merasakan perasaan dan sentuhan, itu tidak dapat dibeli dengan apapun. Kekosongan akan diisi, yang hancur akan diperbaiki, yang terpuruk akan ditegakkan, kebenaran akan selalu menang pada akhirnya. Sadar semua tidak sama lagi…! Perubahan butuh pengorbanan, karena untuk mendapatkan sesuatu kita harus kehilangan sesuatu.

Saya masih bernafas, lanjutkan! Saya masih bernyawa, berubahlah! Saya masih berperasaan, jatuh cintalah! Saya masih ber-Tuhan, berharaplah! Saya masih manusia, hiduplah!

 

Prosa

MG Curly

 

Comments

Popular posts from this blog

Melepaskan Yang Harus Diikhlaskan

Hubungan Di Tanda Baca

Payung Rusak