Selembar Tisu Merah
Selembar Tisu Merah
Aku bangun pagi itu, linglung dalam ingatan bingung
Jendelaku menganga lebar, udara yang merebak terasa sesak
Aku duduk sebentar, mengamat-ngamati ruang keberadaanku
Ya, ini kamarku. Aku biasa di sini, tak terhitung ribuan malam lamanya
Kepalaku, ayolah.... Pulihkan ingatanmu
Pagi itu hari baru, tapi membawa sejumput semarak kecut
Mengapa hatiku membatu membisu?
Apa yang berusaha disembunyikan dari aku sendiri?
Untuk apa mendusta jika hanya ada aku?
Kusingkapkan gulungan selimut yang membalut
Tersadar tubuhku kosong kopong dari helaian benang
Kuraih apa saja untuk membungkus tubuh berpeluh
Hari ini hari apa?
Semalam tadi apa?
Aku siapa saat ini?
Perlahan, kupijakan kaki dan ingatan yang hampir layu
Mataku menangkap benda asing di lantai ruang sempit
Ah, iya..
Ingin kucampakkan diri di jalanan dan biar mati digilas
Datanglah maut dengan segera, membawa kenajisan dan dosa
Selembar tisu merah berdarah. Darahnya dari darahku,kan?
Kupungut dan kutangisi jalan terciptanya
Ingin kubekukan, kuawetkan, kukeringkan, kuabadikan
Supaya jika ada yang datang padaku, kuserahkan dia sebagai bukti
Yang mereka cari tak ada padaku, sudah hilang dan sudah terkoyak
Sekarang aku gadis tanpa kegadisan
Pagi itu....
Selembar tisu merah meninggalkan kerusakan abadi yang tak bisa kuperbaiki
7-7-2020
❤️
ReplyDelete