Tidak Seluruhnya Kesakitan
Tidak Seluruhnya Kesakitan
Memang dari kisah yang pernah kita rajut ada banyak kesakitan yang menyiksa
Tapi, tidak semuanya harus mengundang kata ‘Aku Menyesal’
Masih terlalu banyak cerita bahagia dan manis di dalam benang-benang yang coba kita tenun dulu
Aku pernah jadi pusat perhatianmu, dan kau pernah jadi yang utamaku
Dari ribuan pertengkaran kita, tetap ada waktu untuk saling memuji, saling mengagumi, saling mendukung, saling membanggakan, saling memiliki
Ya, kuakui..
Waktu itu, sebenarnya ‘Aku Belum Siap Membangun Bersamamu’
Emosiku selalu menang mengalahkan kelembutan hatimu
Hingga saat kau berlalu untuk mencari ketenanganmu, aku bisa apa?
Tidak seluruhnya salahmu, dan tidak segenapnya karena aku
Kita hanya belum dewasa kemarin itu, baru sekarang aku pahami
Aku tak ingin memutar kembali saat-saat bersamamu,
Tidak!
Lagi kutegaskan, bukan karena aku ‘menyesal’
Bukan!
Tapi karena aku ingin hidup di dunia nyata, bukan ilusi berisi berambisi
Kita sudah tak saling memahami lagi
Sudah ada luka, dan setiap kali berusaha diperbaiki, justru semakin mengeruhkan
Aku berterima kasih pada semesta yang pernah memelukku dengan hadirmu
Terlalu banyak kenangan yang menyejukkan, terutama cerita perkenalan dan pandangan kita tentang hidup
Terima kasih sudah pernah datang dan merajut salah satu memory indah yang akan terpajang manis di satu bagian dinding hatiku.
Aku tak sepenuhnya berharap bisa menyatu lagi
Aku ingin kita menemukan kebahagiaan yang digariskan Sang Pencipta
Jika bukan aku, akan ada yang meneduhkan kedamaian yang selalu kau tuju
Jika bukan kamu, akan ada yang mengendalikan egoku dan menentramkan marahku
Aku masih kesakitan di sini, dan adakah rindumu di sana?
Selalu ada rindu yang datang semaunya tanpa peringatan sebelumnya
Dari perjalanan kita yang hampir rampung dan telah luluh-lantak
Tak semua bagiannya terluka, ada beberapa sisi yang harus tetap sehat, dirawat dan dikenang
Tidak seluruhnya kesakitan, masih ada yang meninggalkan kedamaian

👍👍👍👍
ReplyDelete