Berisik
Berisik
Percayalah padaku kali ini
Dunia ini dipenuhi orang-orang brengsek yang tak tau malu
Berkoar di sana-sini, meledak tentang ini dan itu
Ucapannya tajam, mampu membunuh orang-orang tak bersalah
Telingaku lelah mendengar bisikan-bisikan congkak yang pura-pura membantu
Kalian bertanya ada apa? Bukan untuk perduli, hanya sekedar agar tak kehabisan bahan untuk berdengung
Kalian bertanya apa yang bisa dibantu? Beberapa akan tulus, sisanya hanya mencari muka dan mempertahankan nama baik
Kita semua kehilangan akal sehat untuk mempertahankan yang dijuluki ‘kebenaran’
Banyak yang diam, buta pada mulutnya atas ketidakadilan
Tapi akan hingar bingar jika melihat ada yang sedang terpuruk
Dunia ini kehilangan dukungan untuk saling menggenggam
Yang tersisa hanya ego untuk berani berkata “aku yang benar, kau salah dan akan selalu salah”
Karya dari hati sering kali mati oleh ekspetasi yang menghasilkan sensasi
Tidakkah kalian lelah mengurus kehidupan oranglain? Yang bahkan tak pantas kalian sibukkan?
Jika seandainya pisau yang kau hujamkan akan menusuk kembali jantungmu, apa yang akan kau rasakan?
Ahh…
Aku rasa akan sama saja, karena beberapa diantara kalian sudah mati rasa
Terlalu berisik untuk menjadi hakim bagi orang yang lemah dan bahkan tak bergerak
Yang lebih lucu dari semua ini adalah:
Orang matipun masih juga digunjing dan dihina…..
Betapa hebatnya orang-orang ini dalam menganiaya, tanpa kekerasan, tanpa memar, tanpa luka jait, tanpa benjolan, tanpa darah, tapi lebih mematikan dari sebuah sabitan pedang samurai
Jika kau ketahuan membuat aib, bukan hanya kau yang akan dihukum mereka, tapi semuanya…
Keluargamu, orang-orang yang kau cintai bahkan semua yang pernah berinteraksi denganmu
Berisik…
Dunia ini terlalu berisik untuk saling menuduh, saling menyalahkan, saling membunuh dengan lidah, saling mencakar dengan tulisan, saling menjatuhkan dengan postingan
Kita mencintai yang tak dapat di sentuh tangah dan melupakan yang mampu dijangkau mata
Hahahahah…
Ada juga orang tak tau malu yang bersenandung dengan telanjang hatinya, menyanyikan lagu-lagu sumbang tentang kebahagiaan
Sibuk mencari para penggemar yang juga sama tak tau malunya dengan dia
Sekali lagi, dunia terlalu berisik
Aku muntah, berkali-kali muntah mendengar omongan bobrok yang selalu bercerita tentang ‘aku’, ‘aku’, dan ‘aku’
Yang terlalu kau banggakan tentang dirimu adalah kekurangan yang tak bisa kau ubah dan kau perbaiki
Kau tutupi semua celamu dengan kebanggakan kosong yang sebenarnya menghasilkan kesendirian dalam jiwamu
Berhentilah berisik dan menganggungkan duniamu!
Kau lupa, kita semua punya dunia
Berhentilah berisik dan menyuarakan kejelekan oranglain!
Kau lupa, kita semua punya kejeleken
Berhentilah berisik dan menyuruh oranglain sempurna!
Kau lupa, kita semua tak sempurna
Berhentilah berisik dan menutut oranglain!
Kau lupa, kau juga tak suka dituntut
Diamlah sekali-sekali, perhatikan, rasakan, doakan dan damaikan
mg. curly
25-01-21
Comments
Post a Comment